Merancang dan Menguji Arsitektur Teknis ERP
Indikator: Arsitektur teknis ERP. Perancangan arsitektur untuk 100 pengguna (penjualan, gudang, produksi, pembelian, keuangan), matriks hak akses, SOP pencadangan/pemulihan, aliran data transaksi pembelian, dan simulasi 5 gangguan teknis.
1. Diagram Hubungan Pengguna, Antarmuka, Server Aplikasi, Database & Pencadangan
2. Matriks Hak Akses Pengguna (Role-Based Access Control)
| Departemen | Menu & Modul yang Diakses | Kewenangan Akses | Pembatasan Keamanan (Restriction) |
|---|---|---|---|
| Penjualan | Katalog Produk, Order Penjualan, Pelanggan | Create, Read | Dilarang melihat dan memodifikasi jurnal keuangan. |
| Gudang | Penerimaan Barang (GR), Pengeluaran, Stok Fisik | Create, Read, Update | Dilarang menyetujui pembayaran utang pemasok. |
| Produksi | Bill of Materials (BOM), Work Order, MRP | Create, Read, Update | Dibatasi hanya pada alokasi bahan dan jadwal mesin. |
| Pembelian | Permintaan Pembelian (PR), PO, Data Pemasok | Create, Read, Update | Dilarang mencairkan kas atau membuat jurnal pengeluaran. |
| Keuangan | Jurnal Umum, Buku Besar, Neraca Saldo, Kas/Bank | Full Access Keuangan | Dilarang mengubah spesifikasi BOM atau jadwal produksi. |
| Pimpinan | Executive Dashboard, Persetujuan PO, Audit Trail | Read, Approval | Dibatasi dari entri teknis transaksi harian. |
3. Rencana Pencadangan & Prosedur Pemulihan Data
- Metode Pencadangan: Full Backup database otomatis setiap hari pukul 01:00 WIB dan backup snapshot mingguan.
- Lokasi Penyimpanan: Menggunakan server NAS terisolasi atau bucket cloud terenkripsi (AES-256) terpisah dari server produksi.
- Target Ketahanan: RPO (Recovery Point Objective) < 24 jam dan RTO (Recovery Time Objective) < 2 jam.
- Prosedur Pemulihan (DR): 1. Isolasi server bermasalah, 2. Deploy database baru dari dump `.sql` tervalidasi, 3. Verifikasi jumlah baris data dan saldo akun, 4. Rekonsiliasi transaksi offline.
4. Aliran Data Ketika Pengguna Melakukan Transaksi Pembelian
5. Potensi Kegagalan Teknis & Simulasi Penanganan Gangguan
Matriks Dampak dan Prosedur Penanganan Operasional
| Potensi Kegagalan | Dampak Terhadap Operasional | Prosedur Mitigasi & Pemulihan Teknis |
|---|---|---|
| Database Mati / Down | Seluruh transaksi pembukuan, penjualan, dan mutasi gudang terhenti total. | Restart service database, periksa kapasitas disk, alihkan ke server database replika (failover), atau restore backup terakhir. |
| Server Aplikasi Gangguan | Pengguna tidak dapat login ke antarmuka ERP meskipun data di database tetap aman. | Restart web server Apache/PHP-FPM, periksa error log, deploy ulang source code stabil, dan aktifkan load balancer. |
| Koneksi Internet Terputus | Pegawai lapangan / luar kantor tidak dapat mengakses sistem; operasional lokal kantor tetap bisa berjalan via LAN. | Alihkan koneksi internet ke ISP cadangan (Dual WAN Failover); pengguna lokal tetap bekerja menggunakan IP LAN server lokal. |
| Pelanggaran Hak Akses | Potensi kebocoran data rahasia keuangan atau manipulasi nominal transaksi. | Tolak akses secara otomatis (403), catat insiden ke Security Audit Trail, dan kunci akun sementara jika percobaan berulang. |
| Pencadangan Gagal | Data transaksi hari berjalan berisiko hilang permanen jika terjadi bencana server. | Jalankan audit harian status cron backup, kirim alert via bot/email saat dump gagal, dan lakukan uji restore berkala. |
Bukti (5) — Penjelasan Mengenai Alasan Pemilihan Rancangan Arsitektur
Mengapa Menggunakan Arsitektur 3-Tier Web-Based Client-Server?
1. Skalabilitas & Kemudahan Maintenance: 100 pengguna dapat mengakses sistem hanya melalui web browser tanpa perlu instalasi aplikasi di setiap komputer (Zero Client Installation). Pembaruan kode cukup dilakukan sekali di server.
2. Keamanan Data Terpusat: Server aplikasi dan database dapat dipisahkan secara fisik/jaringan. Database tidak diekspos langsung ke internet, melainkan hanya menerima query terverifikasi dari server aplikasi.
3. Integritas Transaksional (ACID): Menjamin bahwa transaksi pembelian atau penerimaan barang yang melibatkan beberapa tabel dieksekusi secara atomik (tidak terjadi pembukuan setengah jadi).